KONSEP MODAL DALAM PASAR MODAL
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Semakin berkembangnya perekonomian di dunia mengakibatkan perubahan yang signifikan di berbagai bidang kehidupan. Orang mulai melakukan transaksi ekonomi melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan menginvestasikan harta atau uangnya melalui pasar modal. Pasar modal dibentuk untuk mempermudah para investor mendapatkan asset dan mempermudah perusahaannya menjual asset.
Aktivitas pasar modal yang merupakan salah satu potensi perekonomian nasional, memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional. Dukungan sektor swasta menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional demikian pun di Indonesia, ternyata pasar moal masih didominasi oleh pemodal asing. Idealnya, dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan pemodal local.
Pasar modal sama seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Di pasar modal, yang diperjualbelikan adalah modal berupa hak pemilikan perusahaan dan surat pernyataan hutang perusahaan. Pembeli modal adalah individu atau organisasi/lembaga yang bersedia menyisihkan kelebihan dananya untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan pendapatan melalui pasar modal, sedangkan penjual modal adalah perusahaan yang memerlukan modal atau tambahan modal untuk keperluan usahanya.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan modal?
Bagaimana pendekatan dalam modal?
Bagaimana pemeliharaan modal?
Apa saja jenis-jenis modal?
Apa saja manfaat pasar modal?
Tujuan
Mengetahui dan memahami definisi modal.
Mengetahui dan memahami pendekatan dalam modal.
Mengetahui dan memahami pemeliharaan modal.
Mengetahui dan memahami jenis-jenis modal.
Mengetahui manfaat pasar modal.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Modal
2.1.1Pengertian Modal
Modal merupakan sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan. Perusahaan menggunakan dana ini untuk menbelanjai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Para akuntan mengartikan modal sebagai hak pemegang saham (stockbolders’ equity) atau modal sendiri (owner’s equity). Hal ini di kemukakan oleh Kieso dan jerry (1989:679) bahwa “ when accountans refer to capital they mean stockholders ‘equity or owners’ equity”.
Modal sendiri menurut Wolk et. Al, (1989:316) “owner’s”equity is defined at stockbolders residual interst in the net assets of the firm”. Hal senada di kemukakan oleh Smith dan Fred (1964:316) bahwa: “owners” equity or capital is the difference between assets and liabilities. The owners “equity of on an entity represent residual interest of the owners in the assets (total less total liabilite of the business)”.
Adapun beberapa pengertian modal menurut para ahli, yaitu:
Menurut Meij modal adalah "kolektivitas dari barang-barang modal” yang terdapat dalam neraca sebelah debit, sedang yang dimaksudkan dengan barang-barang modal ialah semua modal yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan.
Menurut Bakker modal ialah baik yang berupa barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debit, maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat disebelah kredit.
Menurut Susan Irawati (2006:7) modal adalah "Kumpulan dari barang-barang modal yaitu, semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan”.
Menurut Munawir (2004:19), modal yaitu “hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap hutang-hutangnya”.
Dengan demikian modal sendiri merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.
2.1.2 Pendekatan Tentang Modal
Pendekatan untuk memahami modal ada dua macam yaitu konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Konsep modal keuangan dianut oleh sebagian besar perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. Menurut konsep modal keuangan, seperti uang atau daya beli yang diinvestasikan, modal adalah sinonim dengan aktiva bersih atau ekuitas perusahaan. Menurut konsep modal fisik seperti kemampuan usaha, modal di pandang sebagai kapasitas produktif perusahaan yang di dasarkan pada, misalnya, unit output per hari.
Pemilihan konsep modal yang sesuai sebagai perusahaan harus di dasarkan pada kebutuhan pemakaian laporan keuangan. Jadi konsep modal keuangan seharusnya dianut kalau pemakaian laporan keuangan terutama berkepentingan dengan pemeliharaan modal nominal atau daya beli dari modal yang diinvestasikan. Namun demikain, kalau pemakai berkepentingan dengan kemampuan usaha perusahaan, seharusnya di gunakan konsep modal fisik. Konsep yang dipilih menunjukan sasaran yang akan di capai dalam penetapan laba, bahkan meskipun dalam oprasionalisasi konsep tersebut tidak lepas dari kesulitan pengukurannya.
2.1.3 Pemeliharaan Modal
Pemeliharaan modal ada dua macam, yaitu konsep pemeliharaan modal keuangan dan pemeliharaan modal fisik.
Pemeliharaan modal keuangan.
Menurut konsep ini, laba hanya diperoleh kalau jumlah finansial (uang) dari aktiva bersih pada ahir periode melebihi jumlah finansial (uang) dari aktiva bersih di awal periode, setelah memasukan kembali setiap ditribusi kepada, dan mengeluarkan setiap kontribusi dari, para pemilik selama periode. Pemeliharaan modal keuangan dapat diukur baik dalam satuan moneter nominal atau dalam satuan daya beli yang konstan.
Pemeliharaan modal fisik.
Menurut konsep ini laba hanya diperoleh kalau kapasitas produktif fisik (kemampuan usaha) pada ahir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal perioade, setelah memasukan kembali setiap distribusi kepada, dan mengeluarkan kontribusi dari, para pemilik selama satu periode.
Konsep pemeliharaan modal berkepentingan dengan bagaimana perusahaan mendefinisikan modal yang ingin dipelihara (dipertahankan). Konsep ini juga merupakan prasyarat untuk membedakan antara imbalan modal perusahaan (return on capital) dan pengembalian modal (return of capital). Hanya arus masuk aktiva yang melebihi jumlah yang di butuhkan untuk memelihara modal dapat dianggap laba dan karenanya merupakan imbalan modal.
Konsep pemeliharaan modal fisik memerlukan dasar pengukuran biaya kini (current cost). Namun demikian, konsep pemeliharaan modal keuangan tidak memerlukan penggunaan dasar pengukuran tertentu. Pemeliharaan dasar dalam konsep ini tergantung pada jenis modal keuangan yang ingin dipelihara perusahaan.
Perbedaan pokok antara dua konsep pemeliharaan modal ini adalah perlakuan terhadap pengaruh perubahab harga aktiva dan kewajiban perusahaan. Dalam pengertian umum, perusahaan telah memelihara modalnya kalau modal yang dimiliki pada ahir periode sama dengan pada awal periode.
2.1.4Jenis-jenis Modal
Modal Asing
Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara di dalam perusahaan, dan bagi perusahaan bersangkutan, modal tersebut merupakan hutang. Hutang ini pada saatnya harus di bayar kembali. Modal asing atau hutang ini di bedakan menjadi 3 golongan.
Hutang Jangka Pendek (short-term debt)
Hutang jangka pendek adalah hutang yang memiliki jangka waktu paling lama satu tahun. Sebagian besar hutang jangka pendek terdiri dari kredit perdagangan, yaitu kredit yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan usahanya. Jenis-jenis yang termasuk dalam hutang jangka pendek antaralain: kredit rekening koran, kredit dari penjual, kredit dari pembeli, dan kredit wesel.
Hutang Jangka Menengah (intermediate-term debt).
Hutang jangka menegah adalah hutang yang jangka waktunya antara satu sampai sepuluh tahun. Kebutuhan jenis kredit ini di dasarkan karena adanya kebutuhan yang tidak dapat di penuhi dengan kredit jangka pendek, dan juga sulit di penuhi dengan kredit jangka panjang. Ciri khas dari hutang jangka menengah adalah terjadinya kontrak langsung antara pihak yang meminjam atau kreditur. Bentuk-bentuk dari hutang jenis ini adalah:
Term loan, hutang ini dibayar kembali dengan cara anggaran tetap selama satu periode tertentu selama maksimum sepuluh tahun.
Leasing, adalah suatu aktiva. Peminjam (lesee) mempunyai beban tetap kepada kredutor (lessor) dan peminjam harus memenuhi kewajiban tersebut. Pada prinsipnya leasing yang dipinjam adalah aktiva persetujuan atas dasar kontak untuk mendapatkan “service”.
Hutang Jangka Panjang (Long-term Debt)
Hutang jangka panjang adalah hutang yang jangka waktunya lebih dari sepuluh tahun. Hutang ini di gunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut sangat besar. Bentuk-bentuk hutang jangka panjang antaralain:
Pinjaman obligasi (bonds payable) adalah pinjaman uang jangka waktu lama. Debitur mengeluarkan surat pengakuan hutang yang mempunyai nominal tertentu. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo atau di angsur setiap tahun.
Pinjaman hipotik (mortgage payable) yaitu pinjaman jangka panjang dengan kreditur di beri hipotik terhadap suatu barang tidak bergerak sebagai jaminan bila pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya.
Modal Sendiri
Modal sendiri berdasarkan sumbernya ada dua macam yaitu berasal dari sumber intern dan ekstern. Modal yang berasal dari sumber ekstern adalah modal dari pemilik perusahaan, yang dananya tertanam dalam perusahaan dalam waktu yang tidak tertentu. Sedangkan modal sendiri yang berasal dari sumber intern adalah dalam bentuk keuntungan dihasilkan perusahaan.
Modal sendiri dalam perseroan terbatas adalah modal saham yang disebut stockholder’s equity. Modal ini terdiri dari:
Modal Saham
Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau penyertaan dalam suatu perseroan terbatas. Bagi perusahaan yang bersangkutan, dana yang di peroleh dari penjualan saham tetap tertanam selama hidupnya. Sedangkan bagi pemegang saham, pemilikan saham itu ukan merupakakan penanaman yang permanen krena dia dapat menjualnya setiap waktu.
Cadangan
Cadangan ini di maksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari keuangan yang diperoleh perusahaan pada waktu lalu dan tahun berjalan. Cadangan yang termasuk modal sendiri antara lain:
Cadangan ekspansi
Cadangan modal kerja
Cadangan selisih kurs
Cadangan umum
Laba ditahan
Keuntungan yang di peroleh suatu perusahaan sebagian di bayarkan sebagai devident bagi pemilik/pemegang saham dan sebagian lagi ditahan oleh perusahaan. Apabila penahanan keuntungan ini di tunjukan untuk maksud tertentu, maka dibentuklah cadangan seprti di bentuk di atas. Apabila perusahaan belum mempunyai tujuan dalam penggunaan keuntungan tersebut maka keuntungan ini merupakan laba di tahan (retained ernings).
2.2 Manfaat Pasar Modal
2.2.1 Manfaat Bagi Emiten
Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar
Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai
Perusahaan dapat lebih bebas dalam pengelolaan dana
Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi kecil
Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang berisiko tinggi
Tidak ada beban finansial yang tetap karena kepada pemilik saham diberikan deviden yang besar kecilnya tergantung pada besarnya keuntungan perusahaan.
Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas.
2.2.2 Manfaat Bagi Investor
Nilai Investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan itu tercermin pada meningkatnya harga saham yang merupakan capital gain yang diperoleh investor.
Memperoleh deviden atas saham yang mereka miliki dan bunga tetap atas obligasi yang dimiliki.
Mempunyai hak suara dalam RUPS
Dapat dengan mudah mengganti alat investasi, misalnya dari saham c ke saham d sehingga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi risiko.
Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa perusahaan, dengan demikian dapat mengurangi risiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar